CATATAN HAYDAR ALI: Sport

Teknologi

More on this category »
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Jadwal Lengkap Moto GP 2012

Jadwal MotoGP 2012

Jadwal MotoGP tanggal 15 April 2012 di sirkuit * Losail Qatar
Jadwal MotoGP tanggal 29 April 2012 di Sirkuit Jerez Spanyol (STC)
Jadwal MotoGP tanggal 6 Mei 2012 di Sirkuit Estoril Portugal (STC)
Jadwal MotoGP tanggal 20 Mei di Sirkuit Le Mans France
Jadwal MotoGP tanggal 3 Juni di Sirkut Catalunya Catalunya
Jadwal MotoGP tanggal 17 juni Di sirkut Silverstone Inggris
Jadwal MotoGP tanggal 30 Juni di Sirkut Assen Belanda**
Jadwal MotoGP tanggal 8 Juli Menunggu Konfirmasi Jerman
Jadwal MotoGP tanggal 15 Juli Di Sirkuit Mugello Italia
Jadwal MotoGP tanggal 29 Juli di Sirkuit Laguna Seca Amerika ***
Jadwal MotoGP tanggal 19 Agustus di Sirkut Indianapolis Indianapolis
Jadwal MotoGP tanggal 26 Agustus di Sirkut Brno Ceko
Jadwal MotoGP tanggal 16 September San Marino Misano
Jadwal MotoGP tanggal 30 September Aragon Motorland
Jadwal MotoGP tanggal 14 Oktober Di Sirkut Motegi Jepang
Jadwal MotoGP tanggal 21 Oktober Di Sirkut Sepang Malaysia
Jadwal MotoGP tanggal 28 Oktober Phillip Island Australia
Jadwal MotoGP tanggal 11 November Valencia

Catatan:

* Balapan Malam
** Balapan di hari Sabtu
*** Hanya Kelas MotoGP
STC (Subject to the contract)
TBC (To be confirmed)

Pangeran William & Kate Middleton Umbar Kemesraan di Olimpiade

LONDON - Ajang Olimpiade 2012 yang berlangsung di London, Inggris, mencuri perhatian Pangeran William dan Kate Middleton. Keduanya pun sering dijumpai memberikan dukungan untuk tim nasional Inggris.

Saat menyaksikan ajang tersebut, pasangan yang biasanya menjaga emosi saat tampil di publik itu tampak berekspresi berlebihan.

Kate Middleton dan Pangeran William yang saling merangkul tidak bisa menahan diri saat menyaksikan pertandingan yang dimenangkan Chris Hoy karena memenangkan medali emas Olimpiade kelimanya Veledrome pada 2 Agustus kemarin.

Setelah bersorak pada Andy Murray di Wimbledon kemarin, pasangan ini tiba di sebuah Veledrome bersama Pangeran Harry dan David Beckham untuk menyaksikan dan memberi semangat tim Inggris mendapat kemenangan dan memecahkan rekor dunia dua kali.

Pasangan tersebut sering terlihat di Olimpiade selama beberapa hari terakhir, dan telah menyaksikan beberapa kemenangan tim Inggris sejak pertandingan dimulai. Demikian dikutip dari Dailymail.

Ambrosini : Pulanglah Kaka!

MILAN – Satu lagi pemain AC Milan yang meminta Kaka pulang. Gelandang veteran Milan Massimo Ambrosini meyakini Rossoneri bisa mulai membangun kembali kekuatannya dengan berfondasikan Kaka.

Gelandang berusia 35 tahun itu pun menghimbau ‘sang anak hilang’ untuk kembali ke San Siro. Meski kini Kaka sudah tidak muda lagi dan kerap cedera, Ambrosini yakin kedatangan gelandang serang berusia 30 tahun itu akan memberikan suntikan kekuatan ke dalam skuad Milan.

Berbeda dengan di Madrid di mana Kaka seolah tidak nyaman dengan atmosfer Los Blancos, Milan merupakan tempat di mana pemain bernama lengkap Ricardo Izecson dos Santos Leite itu merasa berada di rumah.

“Kaka akan diterima dengan baik di Milan. Semua orang menginginkan dia kembali ke sini,” kata Ambrosini seperti dikutip dari La Gazzetta dello Sport, Minggu (5/8/2012).

“Kaka masih punya urusan yang belum selesai di sini. Dia tetap seorang pemain hebat yang masih bisa memberikan sesuatu,” ujar Ambrosini.

“Menurut pendapat saya, dia tidak memiliki masalah fisik apapun. Kaka sebagai deep playmaker? Itu mustahil. Dalam sepak bola Anda tidak bisa mencoba-coba semaunya. Ingat, dia memenangi Liga Champions dengan berposisi sebagai pendukung striker,” sebut Ambrosini.
(auz)  (okezone.com)

Demi Medali Emas Olimpiade - Penyiksaan Anakpun Dilakukan

 Vemale.com - Olimpiade kembali digelar tahun ini. No pain, no gain. Tidak ada pencapaian tanpa kerja keras. Sudah menjadi rahasia umum jika negara China sangat tangguh dan berkali-kali meraih medali emas. Sayangnya, foto-foto yang beredar di dunia maya menjadi fakta bahwa latihan yang dilakukan calon atlet di China dianggap sebagian orang mengarah pada penyiksaan.

Seorang pelatih berdiri di atas kaki anak perempuan yang menangis kesakitan atau foto anak-anak yang menangis saat menjalankan latihan adalah sebagian kecil fakta yang memperlihatkan bahwa pelatihan atlet di China sangat keras, dilansir oleh Dailymail, Jumat (3/8). Anak-anak yang sedang berlatih senam atau berenang memiliki usia tak lebih dari lima atau enam tahun. Di usia yang sangat muda, mereka harus berlatih sangat keras, bahkan lebih keras dibandingkan atlet dewasa di negara Barat.

Bagi tempat-tempat pelatihan atlet di China, foto-foto yang kami tampilkan adalah bentuk dari latihan. Sudah menjadi hal yang biasa bagi para orang tua di China untuk mengirim anak mereka berlatih sejak usia dini. Terlebih lagi calon atlet senam, mereka harus memiliki tubuh yang lentur dengan terus berlatih pada alat-alat latihan senam. Demikian halnya dengan calon atlet renang yang tampak dalam foto ini.

Kejayaan meraih medali emas memang membanggakan, tapi bagi sebagian orang, fakta dalam foto tersebut adalah bagian dari penyiksaan yang sangat mengerikan. "Wajah gadis kecil yang menangis itu meremukkan hatiku," tulis Dana yang meninggalkan komentar di Dailymail. "Anak-anak itu seharusnya dilindungi, bukan disiksa secara mental dan fisik," tulis komentar lain.

Tidak semua tempat pelatihan atlet sekeras foto di atas, tapi fakta ini jelas membuat miris. Jika Anda ingin menanggapi foto-foto dalam artikel ini, silakan tuliskan di kolom komentar.

OLIMPIADE 2012 : Federer lolos ke final

LONDON: Roger Federer berjuang melalui pertandingan tunggal tiga set terlama dalam era profesional, Jumat, saat dia mengalahkan petenis Argentina Juan Martin del Potro 3-6, 7-6 (7/5), 19-17 untuk lolos ke final tenis Olimpiade.

Juara Wimbledon Federer berada di jurang kekalahan yang mengejutkan setelah kehilangan set pertama, tapi petenis nomor satu dunia itu akhirnya berhasil menundukkan del Potro setelah pertandingan berlangsung selama 4 jam dan 26 menit.

Kelolosan Federer (30) itu berarti dia sudah menjamin setidaknya medali perak pada Olimpiade. Pada final yang akan digelar Minggu (5/8), dia akan menghadapi petenis nomor dua dunia Novak Djokovic atau petenis Inggris Raya Andy Murray, yang dikalahkan Federer pada final Wimbledon bulan lalu.

Setelah relatif tampil biasa selama dua tahun, Federer secara mendadak menikmati masa-masa dominasinya dan kemenangan yang dicapai dengan perjuangan keras ini memperlihatkan keinginannya untuk bisa setangguh seperti sebelumnya.

Federer, yang merebut medali emas ganda bersama Stanislas Wawrinka pada Olimpiade Beijing empat tahun lalu, merebut gelar juara Wimbledon kurang dari sebulan lalu untuk ketujuh kalinya.

Kini dua tinggal meraih satu kemenangan lagi untuk melengkapi 'Golden Slam' gelar dalam seluruh empat gelar Grand Slam dan medali emas tunggal Olimpiade.

Kemenangan final AS Terbuka 2009 yang diraih Del Potro atas Federer merupakan salah satu dari dua kemenanganya dalam 14 pertemuan atas petenis Swiss tersebut, yang bangkit dari kekalagan dua set untuk mengalahkan petenis berusia 23 tahun itu pada perempat final Prancis Terbuka.

Tapi kini petenis Argentina itu memberikan perlawanan, melepaskan servis-servis keras dan groundstroke untuk menghindarkan kendali penuh Federer.

Setelah lolos dari dua kali break point pada game ketiga, del Potro membuat Federer terlihat tidak nyaman dan dia mengamankan break pertama untuk unggul 5-3 saat backhand petenis Swiss itu mendarat di net.

Federer berusaha keras menghasilkan angka dari servisnya dan dia melepaskan dua ace pentig untuk lolos dari dua kali break point saat kedudukan 4-4 pada set kedua.

Perlu tiebreak untuk menentukan pemenang set kedua itu dan Federer akhirnya mulai mendikte tempo permainan. Dia unggul 4-2 dan menjaga ketenangannya untuk membuat del Potro melakukan serangkaian kesalahan.

Pada set terakhir, terjadi lima kali peluang break yang terbuang percuma, dua dari del Potro dan tiga kali oleh Federer, sebelum petenis Swiss itu mendapat peluang untuk menutup pertandingan setelah mencuri poin servis saat kedudukan 9-9.

Namun kemudian dia tidak dapat mengakhiri perlawanan del Potro saat petenis Argentina itu secara luar biasa mencuri poin servis tanpa terbalas.

Drama berlanjut saat Federer menyia-nyiakan tiga break point lagi saat kedudukan 14-14, sebelum akhirnya dia berhasil mencuri poin servis untuk unggul 18-17.

Pada game berikutnya, Federer tidak membuang peluangnya dan mengakhiri pertandingan panjang tersebut saat pukulan bola del Potro mendarat di net pada match-point keduanya. (Antara/AFP/arh)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. CATATAN HAYDAR ALI - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger